Skip to main content

Posts

Rekomendasi Wisata Kuliner Terbaik di Jakarta yang Wajib Dikunjungi

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta bukan hanya pusat bisnis dan budaya, tetapi juga surga bagi para pecinta kuliner. Jakarta, menawarkan ragam cita rasa—dari makanan tradisional Betawi hingga hidangan modern kelas internasional. Berikut beberapa destinasi wisata kuliner populer di Jakarta yang bisa Anda jadikan referensi saat berburu makanan lezat. Jalan Sabang  Jalan Sabang (Haji Agus Salim), Menteng Jalan Sabang adalah salah satu pusat kuliner malam terpopuler di Jakarta. Deretan pedagang kaki lima dan restoran berjejer hingga larut malam, menawarkan berbagai menu seperti sate, nasi goreng, mie aceh, seafood, hingga makanan Timur Tengah. Suasana yang ramai dan variasi kuliner yang lengkap membuat kawasan ini wajib dikunjungi. Kota Tua Jakarta Kawasan Kota Tua tidak hanya terkenal dengan bangunan bersejarahnya, tetapi juga sebagai tempat berburu kuliner yang menggugah selera. Di sini, Anda dapat menikmati makanan khas Nusantara hingga kudapan modern. Beberapa kuliner favorit meli...
Recent posts

Keliling Menyusuri Bangunan Bersejarah Dengan Open Top Tour Bus Terbuka Dari TransJakarta

Pernah lihat ngga sih, ada bus tingkat yang bagian atasnya terbuka. Bus seperti ini biasanya digunakan untuk tur keliling kota. Kalau di Singapura dan Kuala Lumpur namanya Hop On Hop Off. Busnya akan berjalan menyusuri beberapa spot-spot ikonik di pusat kota. Nah ternyata, Jakarta juga punya bus wisata dengan Atap terbuka seperti Hop On Hop Off. Namanya, Open Top Tour. Jadi, saya dapat kesempatan buat nyobain bus terbuka, Open Top Tour. Bus ini baru diluncurkan pada December 2024. Rute pertama Open Top Tour adalah Jakarta Skyline. Nah, pada awal Oktober kemarin, Open Top Tour membuka rute baru, Jakarta Heritage. Saya bareng teman-teman Sovlo, diajak keliling bangunan bersejarah. Untuk rute Jakarta Heritage dimulai dari Pos Bloc. Lalu, akan melintasi Gedung Kesenian Jakarta, Lapangan Banteng, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Monumen National, serta Istana Negara. Ada 2 orang tour guide yang selama perjalanan akan menceritakan sejarah dari bangunan yang dilewati. Dari sejarah yang disam...

Istano Baso Pagaruyung, Napak Tilas Kejayaan Kerajaan Minangkabau di Tanah Datar

Salah satu spot yang masuk dalam itinerary di trip Sumatera lebaran kemarin, adalah Istano Pagaruyung. Saya memang ngga ingat, bagiamana dulu saya diajak mama papa ke Istana ini. Hanya foto yang akhirnya seakan bercerita. Menurut mama, saat itu umur saya baru 2 tahun. Papa yang memang hobinya membahagiakan dan membuat momen indah buat anak istrinya, mengajak kami pulang kampung. Ya, mama berasal dari Sumatera Barat. Tepatnya dari Batusangkar. Nah, kalau mau ke Batusangkar, kita akan melewati istana besar yang bentuknya seperti rumah gadang, rumah adat Sumatera Barat. Ketika bisa menjejakan kaki lagi di Istano Basa Pagaruyung, ada melow-melownya juga. Langsung teringat papa, yang pernah mengusahakan saya, abang, dan mama untuk bisa sampai di istana nan indah ini. Kalau papa Masih ada, pasti langsung mengalir cerita-cerita puluhan tahun lalu. Ketika ia membawa kami pulang kampung. Dan, akhirnya saya, suami, dan anak-anak bisa menjejakkan kaki di sebuah peninggalan sejarah, yang megah. Is...

Saat Seduh, Coffee Shop di Bekas Pabrik Besi dengan Konsep Open Space yang Unik

Biasanya kalau pengen ngopi, perginya ke coffee shop yang fancy dan estetik. Nah, kemarin tuh diajakin sama suami ke coffee shop yang menurut saya out of the box sih. Kupikir, coffee shop cakep dengan detail yang minimalis estetik. Ternyata, dibawa ke coffee shop yang lokasinya agak lain. Bayangin, bekas pabrik diubah jadi coffee shop. Pabriknya kaya udah puluhan tahun kosong, ngga kepakai. Vibesnya berasa old banget. Ada rasa kurang nyaman juga, dengan bentuk bangunannya yang berasa masuk ke gudang tua. Saat Seduh, jadi coffee shop dengan konsep yang unik, yang saya kunjungi. Area parkir berada di belakang gedung. Karena saya datang ketika malam hari, jadi ngga terlalu keliatan juga bagaimana kondisi parkiran. Terlihat rumput-rumput yang tinggi. Gedung tua yang apakah memang sengaja dibiarkan dengan kondisi seadaanya. Mungkin bagi sebagian orang, tampilan gedung dengan kesan vintage seperti itu dianggap keren.  Dari Pabrik Besi, Jadi Coffee Shop Unik Jujur ngga expect sama sekali ...

Pengalaman Pertama Kali Naik Sleeper Bus Yogyakarta Bekasi

Setelah kesampaian bisa naik kereta jarak jauh. Keinginan buat naik sleeper bus pun akhirnya kesampaian. Alhamdulillah lagi, naik sleeper busnya ngga mengeluarkan uang sama sekali alias gratis. Kok bisa gratis? Bisa aja kalau kamu content creator :p Lumayan banget bisa dapat experience mencoba hal baru. Apalagi hal yang belum pernah dicoba sebelumnya. Saya naik sleeper bus dari Jogja menuju Bekasi. Perjalanan ke Jogjanya saya lakukan dari Semarang. Ya, karena saat itu saya harus ke Semarang dulu. Beres urusan di Semarang, baru saya beranjak ke Jogja menggunakan shuttle bus. Perjalanan saya dari Semarang ke Jogja dengan shuttle bus, sudah saya tulis juga kok. Dari Semarang ke Jogja dengan shuttle bus memakan waktu hampir 4 jam. Kalau dari Jogja ke Bekasi, waktu tempuhnya sekitar 10 jam. Dari sekian banyak sleeper bus yang beroperasi, saya pilih Sembodo. Bus ini sebenarnya lebih terkenal di rute Sumatera. Rute Jawa Tengah ini, katanya sih baru. Tapi walau rutenya baru, armadanya ngga bar...

Menelusuri Sejarah Goa Selomangleng, Tempat Pertapaan Dewi Kilisuci

Mempelajari sejarah sebenarnya bukan satu hal yang sulit. Hanya saja, ada orang yang pusing duluan dengan kisah yang ada. Karena, kita pasti akan dibawa kembali ke puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Tokoh yang terlihat di dalam sejarah, yang mungkin nama-namnya tidak familiar dan cenderung sulit dihapal. Belum lagi silsilah dari tokoh dari sejarah tersebut. Tapi, itu yang membuat kita menyadari, bahwa sebelum moderenisasi muncul, ada sejarah panjang di belakangnya. Ketika saya mengunjungi Kediri, salah satu teman saya yang freak banget dengan sejarah, mengajak kami untuk mengunjungi Museum Airlangga. Untuk masuk ke kawasan ini, perlu membayar tiket masuk (kalau tidak salah) Rp. 5.000. Ketika kami sampai, ternyata mueseumnya tutup. Lalu, ada segerombolan orang-orang berpakaian khas Bali. Yang laki-laki memakai udeng dan sarung yang dililitkan di pinggang. Yang perempuan, memakai kebaya. Pakaian khas masyarakat Bali yang dipakai ketika hendak ibadah. Ternyata memang sedang ada acara umat...

Sempatkan Sekali Seumur Hidup, Buat Staycation Bareng Keluarga

Sebelum masuk ke dunia blogging, jarang banget bisa staycation atau menginap di penginapan seperti hotel, bareng keluarga. Selain banyak pertimbangannya, saya merasa masih belum perlu banget sewa hotel untuk sekadar tidur semalam. Tapi, setelah banyak kenal orang lewat blogging, lalu banyak kesempatan yang datang buat staycation, akhirnya sampai sekarang ketagihan. Tiap kali ada kesempatan dan off course ada rezekinya, langsung bawa anak-anak buat menginap di hotel. Sudah berapa banyak hotel atau penginapan yang disinggahi? Bisa dilihat di blog ini, pilih label hotel atau hostel. Sebagai besar tempat staycation yang sudah saya singgahi, saya tulis di blog ini. Enaknya jadi blogger, bisa 'merekam' apapun. Tempat, momen, dan apapun. Buat saya, menulis seperti menyimpan memori. Bonusnya, tulisan yang saya tulis, bisa bermanfaat bagi banyak orang.  Seperti halnya ketika saya menulis ulasan tentang hotel atau penginapan, yang pernah saya kunjungi. Manfaatnya memang ngga langsung ter...